Gema Muharram:Hasna ikutan lomba!!
Well, akhir pekan ini di Komplek rumah ada kegiatan yg rame, meriah dan murah. Pesta gema Muharam 2017. Seperti biasa, perayaan Muharam ini selain ada tabligh akbar juga selalu dimeriahkan dengan lomba anak anak. Iya, saya bersyukur tinggal di sebuah komplek yang begitu mendukung kegiatan mengasah potensi anak. Jadi setiap tahun selalu saja ada lomba anak anak, baik saat 17 Agustus atau seperti sekarang ini.
Mulai dari pukul 07:30 para calon pemimpin bangsa ini sudah siap untuk mengikuti rangkaian kegiatan lomba yg dilaksanakan di halaman masjid komplek kami. Lomba pertama adalah mewarnai. Diikuti oleh puluhan anak anak yg cerdas dan kreatif tentunya. Bahagia deh melihat semangat mereka. Semakin bahagia karena Hasna pun ikut menjadi salah satu pesertanya. Yuhuuu sebagai emak emak saya bangga lho buibu. Memang tampak seperti hal biasa saja. Tapi coba deh, anak kita berani untuk mengikuti dan mendaftar lomba itu sesuatu rasanya. Ya, mungkin Hasna belum mengerti apa itu lomba, bersaing merebut hadiah dan sebagainya. Tapi paling tidak doi berani bergabung bersama anak anak lain untuk duduk tertib dan mewarnai. Dia belajar bagaimana antri mendaftar, mendapat nomor peserta dan goodiebag. Selama mewarnai doi pun lebih berhati hati menggoreskan crayon warnanya, berusaha tidak keluar garis. Beda sama kalo mewarnai di rumah, rusuh...😁😁
Sebenarnya kata suami, Hasna pun ingin ikut lomba fashion show islaminya. Cuman doi keburu lelah menunggu, sehingga doi minta pulang untuk minum susu dan tidur. 😁😁😁
Intinya, jangan pernah membandingkan anak kita dengan anak lain, karena itu akan menjauhkan diri kita dari rasa syukur. Dan rugilah bagimu yg hidupnya kurang bersyukur.
Saya mengikutkan anak untuk lomba juga bukan untuk meraih angka atau mengadu kehebatan anak saya dengan anak lain. Tapi untuk melatih mental sekaligus mencari minat dan bakat anak mumpung masih anak anak. Karena saya sendiri sampai sekarang tak mengetahui apa bakat saya. Alhasil saya hanya menjadi orang yang pas pasan aja di segala bidang soalnya gak ada yg ditekuni. 😂😂 Pengennya si hal ini jangan sampai terulang pada anak anak saya.
Oya selain lomba mewarnai ada pula lomba fashion show islami, lomba adzan, wudhu hingga lomba Hafizh cilik. Masyaallah salut untuk anak anak peserta lomba. Entah kenapa lantunan ayat suci Alquran dari seorang anak anak selalu mendapat tempat tersendiri di hati saya. Jernih dan tulus seperti hati mereka. Hasna yg sudah hafal beberapa doa sehari hari saja membuat gemetar hati emaknya kalau denger, padahal lafalnya belum jelas dan masih jauh dari tajwid ataupun makhraj lho buibu. Tapi saya senang dan terharu dan baper banget rasanya. Pokoknya, berbanggalah pada perkembangan anak anda sekecil apapun kemajuannya. Bangun kepercayaan dirinya untuk menjadi diri yg lebih baik lagi setiap hari.
Akhirulkalam....selamat malam, selamat istirahat...Jangan lupa besok udah Senin harus bangun pagi buat masak...😊😊
Mulai dari pukul 07:30 para calon pemimpin bangsa ini sudah siap untuk mengikuti rangkaian kegiatan lomba yg dilaksanakan di halaman masjid komplek kami. Lomba pertama adalah mewarnai. Diikuti oleh puluhan anak anak yg cerdas dan kreatif tentunya. Bahagia deh melihat semangat mereka. Semakin bahagia karena Hasna pun ikut menjadi salah satu pesertanya. Yuhuuu sebagai emak emak saya bangga lho buibu. Memang tampak seperti hal biasa saja. Tapi coba deh, anak kita berani untuk mengikuti dan mendaftar lomba itu sesuatu rasanya. Ya, mungkin Hasna belum mengerti apa itu lomba, bersaing merebut hadiah dan sebagainya. Tapi paling tidak doi berani bergabung bersama anak anak lain untuk duduk tertib dan mewarnai. Dia belajar bagaimana antri mendaftar, mendapat nomor peserta dan goodiebag. Selama mewarnai doi pun lebih berhati hati menggoreskan crayon warnanya, berusaha tidak keluar garis. Beda sama kalo mewarnai di rumah, rusuh...😁😁
Sebenarnya kata suami, Hasna pun ingin ikut lomba fashion show islaminya. Cuman doi keburu lelah menunggu, sehingga doi minta pulang untuk minum susu dan tidur. 😁😁😁
Intinya, jangan pernah membandingkan anak kita dengan anak lain, karena itu akan menjauhkan diri kita dari rasa syukur. Dan rugilah bagimu yg hidupnya kurang bersyukur.
Saya mengikutkan anak untuk lomba juga bukan untuk meraih angka atau mengadu kehebatan anak saya dengan anak lain. Tapi untuk melatih mental sekaligus mencari minat dan bakat anak mumpung masih anak anak. Karena saya sendiri sampai sekarang tak mengetahui apa bakat saya. Alhasil saya hanya menjadi orang yang pas pasan aja di segala bidang soalnya gak ada yg ditekuni. 😂😂 Pengennya si hal ini jangan sampai terulang pada anak anak saya.
Oya selain lomba mewarnai ada pula lomba fashion show islami, lomba adzan, wudhu hingga lomba Hafizh cilik. Masyaallah salut untuk anak anak peserta lomba. Entah kenapa lantunan ayat suci Alquran dari seorang anak anak selalu mendapat tempat tersendiri di hati saya. Jernih dan tulus seperti hati mereka. Hasna yg sudah hafal beberapa doa sehari hari saja membuat gemetar hati emaknya kalau denger, padahal lafalnya belum jelas dan masih jauh dari tajwid ataupun makhraj lho buibu. Tapi saya senang dan terharu dan baper banget rasanya. Pokoknya, berbanggalah pada perkembangan anak anda sekecil apapun kemajuannya. Bangun kepercayaan dirinya untuk menjadi diri yg lebih baik lagi setiap hari.
Akhirulkalam....selamat malam, selamat istirahat...Jangan lupa besok udah Senin harus bangun pagi buat masak...😊😊




Comments
Post a Comment