tantrum oh tantrum
Bagi yg mengaku emak emak tentu sudah tak asing dengan istilah tantrum ya kannn. Dalam bahasa saya, tantrum adalah kondisi saat anak dilanda bete yg luar biasa mulai dari menangis, marah2, teriak2 untuk meluapkan emosinya. Biasanya dialami pada anak usia 1th hingga 5th. Penyebab nya pun bermacam macam dan dibutuhkan kejelian orangtua untuk mengidentifikasi.
Secara teori saya telah mengenal hal ini semenjak usia anak belum genap 1 tahun. Banyak orangtua apalagi newbie yang kuwalahan saat bencana ini melanda. Ya, dan kini (Hasna 2tahun 2bulan) pun mengalami untuk pertama kalinya.
Meski sudah banyak teori yg saya baca bukan berarti saya langsung lulus ujian satu ini lho buibu. Tetap saja saya kuwalahan sampe pengen ikutan nangis hingga akhirnya tertawa geli bersama suami.
Jadi ceritanya, pagi tadi saya mengajak anak untuk mandi. Segala bujuk rayu sudah dicoba hingga 1jam tak juga berhasil. Alhasil sesuai kesepakatan saya dan suami untuk melatih disiplin anak, kami paksa anak untuk mandi dengan digendong ke kamar mandi. Kondisi pagi ini Hasna pun masih lelah setalah semalam baru pulang dari luar kota (perjalanan 10jam lebih di mobil). Alhasil drama tantrum pun dimulai.
Setelah mandi "bebek" soalnya doi uget2 sambil teriak2 dan emaknya takut kalau malah nanti doi kepleset, doi nangis tak berhenti2. Macam2 tawaran dari saya ataupun suami pun serba salah. Lama lama doi glesotan tanpa baju dilantai. *Dalam hati saya ooo ini tantrum
Saya dan suami sepakat membiarkannya menangis hingga puas. "Hasna masih mau nangis?Iya boleh, nanti kalau sudah selesai nangisnya bunda peluk yaa," begitu kira2 kalimat saya ke anak.
Dan betul, doi menangis dengan sekuat tenaga hingga mulai melemah sendiri dan memanggil "Bunda...Bunda..." Saya pun menghampiri dan menawarkan pelukan tapi ternyata doi belum mau dipeluk. Disitu saya mulai ingin ikut menangis, karena sudah hampir setengah jam dia begini.
Demi keamanan, saya pun menyuruh suami menggendong paksa anak menuju kamar. Doi masih memberontak dan mulai menguat lagi tangisannya. Saya dan suami pun membiarkannya lagi. *Dalam hati saya dikasur lebih enak, lebih empuk dan enggak dingin kayak dilantai. Amanlah kamu glesotan disini nak..😂😂
Doi pun memegang erat tangan saya sambil meraung2 dan tawaran memakai baju pun masih ditolak. Hingga akhirnya kami berpelukan dan doi tertidur... Disitulah saya dan suami tertawa geli. Ya Allah...Satu lagi kami belajar dari anak kami soal kesabaran. Moment ini gak akan lama, semakin lama anak kita akan semakin membesar dan mandiri. Sabar adalah kunci semuanya. Bangun tidur pun Hasna happy, makan banyak dan mau mandi sore. Seolah olah tak terjadi apa2 pagi tadi. Baru deh sebelum tidur malam tadi saya kasih pengertian ke doi, semoga dapat dipahami dan dimengerti.
Panjang ya buu...Namanya juga emak emak lagi nulis diary *hahahaaa. Eh iya ini cerita saya mengatasi anak tantrum untuk pertama kalinya ya buibu. Lagi lagi cuma ingin berbagi cerita, karena benar tidaknya tergantung buibu masing2 yg tentunya punya cara masing2 pula dalam mendidik anak anak nya. Buibu mau cerita pengalaman anak tantrum juga?Boleh donk dishare dimari...😊😊
Secara teori saya telah mengenal hal ini semenjak usia anak belum genap 1 tahun. Banyak orangtua apalagi newbie yang kuwalahan saat bencana ini melanda. Ya, dan kini (Hasna 2tahun 2bulan) pun mengalami untuk pertama kalinya.
Meski sudah banyak teori yg saya baca bukan berarti saya langsung lulus ujian satu ini lho buibu. Tetap saja saya kuwalahan sampe pengen ikutan nangis hingga akhirnya tertawa geli bersama suami.
Jadi ceritanya, pagi tadi saya mengajak anak untuk mandi. Segala bujuk rayu sudah dicoba hingga 1jam tak juga berhasil. Alhasil sesuai kesepakatan saya dan suami untuk melatih disiplin anak, kami paksa anak untuk mandi dengan digendong ke kamar mandi. Kondisi pagi ini Hasna pun masih lelah setalah semalam baru pulang dari luar kota (perjalanan 10jam lebih di mobil). Alhasil drama tantrum pun dimulai.
Setelah mandi "bebek" soalnya doi uget2 sambil teriak2 dan emaknya takut kalau malah nanti doi kepleset, doi nangis tak berhenti2. Macam2 tawaran dari saya ataupun suami pun serba salah. Lama lama doi glesotan tanpa baju dilantai. *Dalam hati saya ooo ini tantrum
Saya dan suami sepakat membiarkannya menangis hingga puas. "Hasna masih mau nangis?Iya boleh, nanti kalau sudah selesai nangisnya bunda peluk yaa," begitu kira2 kalimat saya ke anak.
Dan betul, doi menangis dengan sekuat tenaga hingga mulai melemah sendiri dan memanggil "Bunda...Bunda..." Saya pun menghampiri dan menawarkan pelukan tapi ternyata doi belum mau dipeluk. Disitu saya mulai ingin ikut menangis, karena sudah hampir setengah jam dia begini.
Demi keamanan, saya pun menyuruh suami menggendong paksa anak menuju kamar. Doi masih memberontak dan mulai menguat lagi tangisannya. Saya dan suami pun membiarkannya lagi. *Dalam hati saya dikasur lebih enak, lebih empuk dan enggak dingin kayak dilantai. Amanlah kamu glesotan disini nak..😂😂
Doi pun memegang erat tangan saya sambil meraung2 dan tawaran memakai baju pun masih ditolak. Hingga akhirnya kami berpelukan dan doi tertidur... Disitulah saya dan suami tertawa geli. Ya Allah...Satu lagi kami belajar dari anak kami soal kesabaran. Moment ini gak akan lama, semakin lama anak kita akan semakin membesar dan mandiri. Sabar adalah kunci semuanya. Bangun tidur pun Hasna happy, makan banyak dan mau mandi sore. Seolah olah tak terjadi apa2 pagi tadi. Baru deh sebelum tidur malam tadi saya kasih pengertian ke doi, semoga dapat dipahami dan dimengerti.
Panjang ya buu...Namanya juga emak emak lagi nulis diary *hahahaaa. Eh iya ini cerita saya mengatasi anak tantrum untuk pertama kalinya ya buibu. Lagi lagi cuma ingin berbagi cerita, karena benar tidaknya tergantung buibu masing2 yg tentunya punya cara masing2 pula dalam mendidik anak anak nya. Buibu mau cerita pengalaman anak tantrum juga?Boleh donk dishare dimari...😊😊
#anaktantrum #ceritaanaktantrum


Comments
Post a Comment